Tragis! Rem Diduga Blong, Mobil Dinas TNI Terjun ke Jurang 50 Meter di Yalimo, 4 Prajurit Gugur

AKURAT BANTEN– Kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, menyisakan duka mendalam.
Empat prajurit TNI gugur setelah kendaraan jenis Mitsubishi Strada Triton double cabin yang mereka tumpangi terjun ke jurang sedalam sekitar 50 meter.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Jalan Trans Jayapura–Wamena kilometer 136, tepatnya di Kampung Hobakma, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo.
Kecelakaan tersebut menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan kerusakan sistem pengereman kendaraan. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang disampaikan polisi mengungkap sejumlah petunjuk penting mengenai detik-detik sebelum mobil terperosok ke jurang.
Empat prajurit yang meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah Lettu Inf Harits Adam Yuseno, Pratu Sugiono, Pratu M. Ridwan, dan Pratu Pardianto Saputra.
Seluruh korban telah dievakuasi oleh personel Polres Yalimo bersama Satuan Lalu Lintas ke Puskesmas Elelim untuk penanganan lebih lanjut.
Empat prajurit TNI gugur dalam kecelakaan maut di Yalimo. Dugaan rem blong dan jejak pengereman di jalan menurun kini menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana tragedi tersebut terjadi.
Dugaan Rem Blong, Polisi Temukan Bekas Pengereman 45 Meter
Perhatian kini tertuju pada kondisi kendaraan sebelum kecelakaan terjadi. Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Yalimo, Ipda Hezron S. Marahabia, yang dikutip detikSulsel pada Senin, 19 Oktober 2026, hasil olah TKP menemukan bekas pengereman sepanjang sekitar 45 meter di jalan menurun.
Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam mengungkap rangkaian kecelakaan yang menewaskan empat anggota TNI itu.
Polisi menduga kendaraan mengalami kerusakan pada sistem pengereman atau rem blong sehingga pengemudi kesulitan mengendalikan laju mobil.
Dalam situasi tersebut, pengemudi disebut berupaya menarik rem tangan. Namun, kendaraan akhirnya keluar dari badan jalan ke arah kiri dan meluncur menuju jurang.
Menurut keterangan yang diberitakan detikSulsel, mobil sempat melewati bagian tepi jalan sebelum terlepas dari permukaan tanah dan menghantam dinding gunung.
Benturan keras membuat kendaraan mengalami kerusakan parah. Empat prajurit yang berada di dalamnya dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Meski dugaan rem blong telah disampaikan dalam keterangan polisi, penyebab kecelakaan tetap perlu dipahami berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi resmi yang tersedia.
Mobil Keluar dari Jalan dan Terjun ke Jurang
Lokasi kecelakaan berada di jalur Trans Jayapura–Wamena, kawasan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Papua Pegunungan.
Dalam laporan mengenai hasil olah TKP, polisi menjelaskan bahwa kendaraan bergerak di jalan menurun sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Pengemudi diduga berusaha menghentikan kendaraan dengan menarik rem tangan. Akan tetapi, upaya tersebut tidak berhasil mencegah mobil keluar dari badan jalan.
Kendaraan kemudian terjun ke jurang dan menghantam dinding gunung. Benturan tersebut menyebabkan bodi mobil ringsek parah.
Rangkaian kejadian ini menjadi bagian penting dari penyelidikan untuk memahami bagaimana kendaraan bisa keluar dari jalan hingga menimbulkan korban jiwa.
Kedalaman jurang yang dilaporkan mencapai sekitar 50 meter turut menggambarkan beratnya kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
Ini Identitas Empat Prajurit TNI yang Gugur
Kecelakaan maut di Yalimo merenggut nyawa empat prajurit TNI. Identitas mereka sebagaimana diberitakan adalah:
Lettu Inf Harits Adam Yuseno
Pratu Sugiono
Pratu M. Ridwan
Pratu Pardianto Saputra
Keempat prajurit tersebut menjadi korban dalam kecelakaan mobil dinas yang terperosok ke jurang pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Personel Polres Yalimo bersama Satuan Lalu Lintas melakukan evakuasi terhadap para korban ke Puskesmas Elelim.
Kabar gugurnya empat prajurit tersebut menambah duka bagi keluarga dan rekan-rekan mereka. Di balik laporan kecelakaan, ada kehilangan yang tidak dapat diukur hanya melalui kerusakan kendaraan atau kronologi kejadian.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 2Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 3Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 4Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 5Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 6Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 7Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 10Luis Enrique Tegas: Lamine Yamal Tak Akan Pernah Menang jika Dibandingkan dengan Lionel Messi





